Rumah Kontrakan

Sobat! Anda pernah menghuni rumah kontrakan? Atau bisa juga memiliki rumah yang anda kontrakkan kepada orang lain?

Bagaimana sikap dan perhatian anda kepada rumah yang anda kontrak? Akankah anda memiliki keperdulian besar untuk merawat rumah yang anda kontrak tersebut? Ataukah anda berpikir : kapankah anda dapat mengakhiri status sebagai “kontraktor” rumah dan segera memiliki rumah idaman?

Dan bila masa kontrakannya telah usai, maka penyewa akan pergi dengan tanpa beban, meninggalkan segala jejak yang pernah ia injakkan di rumah kontrakannya.

Dan bila anda memiliki rumah kontrakan, apakah orang orang yang mengontrak rumah anda peduli dengan perawatan rumah anda, menjaganya dengan maksimal, atau sebaliknya mereka acuh dan cenderung berlaku susuka hatinya terhadap rumah anda?

Fakta membuktikan bahwa setiap orang lebih perduli dan sayang kepada rumah miliknya sendiri dibanding rumah yang ia sewa dari orang lain. Alasannya jelas, mereka berambisi untuk mengekploitasi rumah kontrakan itu agar mendapatkan manfaat yang setimpal dengan nilai sewa yang mereka bayarkan.

Berbeda dengan rumah milik sendiri, biasanya dirawat, dan dijaga agar awet dan kalau bisa kelak diwariskan kepada anak cucu.

Fenomena ini juga berlaku dengan pasangan hidup anda. Suami berusaha menyayangi dan menjaga istrinya agar kasih sayang yang mengikat mereka dapat langgeng hingga akhir masa, hingga saat keduanya menutup mata untuk terakhir kalinya di dunia ini. Suami dan istri berusaha untuk setia, menghormati dan menyayangi.

Beda halnya dengan para pelacur dan hidung belang, keduanya berusaha untuk mengeksploitasi patnernya tanpa ada kesetiaan atau kasih sayang antara mereka, asasnya hanya komersial ” wani piro”. Perihal yang sama juga berlaku pada “kawin kontrak” atau yang sering disebut dengan nikah “mut’ah”, pernikahan tanpa kasih sayang dan kesetiaan, yang ada hanya praktek eksploitasi.

Bila penyewa mengeksploitasi rumah kontrakannya maka itu wajar, namun pantaskah manusia diperlakukan bak rumah kontrakan atau kuda sewaan? Relakah anda atau putri anda untuk dieksploitasi bak kuda sewaan?

Sobat! Waspadalah, di sekitar anda kini mulai ada orang orang yang ingin menjadikan putri anda sebagai kuda sewaan atau tumah kontrakan, digunakan sesaat lalu dicampakkan.

Oleh : Ustadz DR. Muhammad Arifin Baderi, MA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>